Darikriteria dan pendapat ulama di atas. Jelas tidak terdapat aturan baku tentang boleh tidaknya berqurban dengan kambing (dalam urusan ini kambing) betina. Singkatnya, tidak terdapat keutamaan/keistimewaan atas jenis kelamin ternak yang satu dengan lainnya, tergolong hukum qurban domba betina. Yang sangat penting. Simakjawabannya dalam tulisan berikut ini. Dikutip dari buku Modul Fikih Ibadah, Rosidin (2021:100), "Sebagaimana kurban, daging aqiqah boleh dimakan, disedekahkan, dan tidak boleh diperjualbelikan. Disunnahkan untuk memasak daging aqiqah, lalu anggota keluarga ikut makan daging tersebut". Hal tersebut juga dikuatkan dalam sebuah riwayat hadist, Panduanibadah qurban dan aqiqah. 1. Buku Pintar Qurban & Aqiqah Editor Ma’ruf Muttaqien Pewajah Isi Apat SY (apat_022002@yahoo.com) Illustrasi & Pewajah Sampul Mastur, Apat SY Penerbit LAZISMU Jl. Menteng Raya 62 Jakarta pusat 10340 Telp. 021 - 31 50 400 Fax. 021 - 31 432 30 E-Mail: info@ www.lazismu.org Hak cipta Sehinggadari sini, tidak boleh aqiqah kecuali dengan kambing saja. Tidak boleh dengan sapi, unta, atau bahkan ayam. Ketentuan Pemilihan Hewan Aqiqah. Hewan aqiqah boleh jantan atau betina, namun yang lebih afdhol adalah jantan. Syarat hewan aqiqah sama dengan hewan udhiyah (hewan qurban). Dalildalil yang menyatakan hal ini, di antaranya, adalah Hadits Rasulullah saw, "Setiap anak tertuntut dengan Aqiqah-nya. Ada Hadits lain yang menyatakan, "Anak laki-laki Aqiqah-nya dengan 2 kambing sedang anak perempuan Aqiqah-nya dengan 1 ekor kambing. Bagi seorang ayah yang mampu hendaknya menghidupkan sunnah ini hingga ia mendapat Paketaqiqah murah tersedia dengan kambing betina, sedangkan paket aqiqah jantan dibanderol sedikit lebih mahal. Nur Aqiqah sengaja menyediakan dua macam paket aqiqah, sehingga konsumen tidak perlu memaksakan uang yang mereka miliki. Hal ini juga diperbolehkan dalam syariat, dimana pelaksanaan aqiqah bisa menyembelih kambing jantan IbnuQudamah Al Maqdisi rahimahullah mengatakan, “Akikah untuk anak laki-laki dan anak perempuan boleh sama, yaitu dengan satu ekor kambing. Inilah pendapat kebanyakan ulama. Inilah yang dipilih oleh Ibnu ‘Abbas, ‘Aisyah, Asy Syafi’i, Ishaq dan Abu Tsaur. Bahkan Ibnu ‘Umar sendiri pernah berkata, “Akikah untuk anak laki-laki dan LyTe0. PertanyaanAssalamu’alaikum, Ustadz. Saya ingin menanyakan perihal aqiqah1. Kambing aqiqah itu apakah boleh kambing betina dan bukan kambing seperti ciri-ciri yang terdapat pada kambing untuk qurban?2. Jika pemotongan tidak disaksikan sendiri, apakah mengurangi keutamaan dari ibadah aqiqah tersebut? Mohon jawabannya, terima kasih. 08139854xxxxJawaban Ust. Farid Nu’man Hasan HafizhahullahWa’alaikumussalam wa boleh, tidak masalah sama sekali, baik untuk aqiqah dan Jabir bin Abdullah Radhiallahu Anhuحَجَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَحَرْنَا الْبَعِيرَ عَنْ سَبْعَةٍ وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ“Kami haji bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kami berqurban dengan unta untuk tujuh orang dan sapi betina Al Baqarah untuk tujuh orang.” MuslimUlama menjelaskanلا يشترط في الشاتين في العقيقة أن تكون بذكر، بل تجزئ الأنثى لما روت أم كرز عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال عن الغلام شاتان، وعن الجارية شاة، لا يضركم ذكرانا كن أو إناثاً. رواه أبو داود والترمذي والنسائي وابن ماجه وغيرهم، قال النووي وهو حديث حسن. وقال وسواء الذكر والأنثى من جميع ذلك -أي الأنعام- ولا خلاف في شيء من هذا عندناTidak disyaratkan mesti kambing jantan dalam aqiqah, betina juga sah. Diriwayatkan oleh Ummu Kurzin dari Nabi Shallallahu’Alaihi wa SallamBayi laki-laki 2 kambing, bayi perempuan 1 kambing, tidak masalah kambing jantan dan betina. Abu Daud, At Tirmidzi, An Nasa’i, dan lainnnya. Imam An Nawawi mengatakan HasanBeliau berkata “Sama saja baik jantan dan betina, semuanya adalah hewan ternak, dan bagi kami tidak ada perselisihan pendapat dalam hal ini.” SelesaiSyarat lainnya mesti sama menurut jumhur cukup umur dan sehat. Tidak harus menyaksikan saat pemotongan kambing Wallahu A’lam. - Apakah boleh aqiqah dengan kambing betina? Begini tanggapan Buya Yahya. Aqiqah merupakan bentuk rasa syukur umat Islam terhadap Allah Subhanahuwata'ala. Yakni dilakukan dengan cara menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahiran seorang anak. Kata akikah berasal dari bahasa Arab. Secara etimologi, ia berarti 'memutus'. 'Aqqa wilidayhi, artinya jika ia memutus tali silaturahmi keduanya. Dalam istilah, akikah berarti "menyembelih kambing pada hari ketujuh dari kelahiran seorang bayi sebagai ungkapan rasa syukur atas rahmat Allah SWT berupa kelahiran seorang anak". Hukum Aqiqah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunah muakadah, dan ini adalah pendapat jumhur ulama menurut hadis. Lantas, apakah boleh aqiqah dengan kambing betina? Berikut ini penjelasan Buya Yahya dibagikan melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV. Baca juga Bolehkah Kita Membaca Huruf Latin Dalam Mengaji? Begini Hukum Membaca Alquran Ibarat Dagang Tak Rugi Terkait pembahasan mengenai aqiqah dengan kambing betina diawali pertanyaan berikut. "Kita kan tinggal di pulau Jawa, pernah melakukan aqiqah di luar pulau Jawa, karena di luar pulau Jawa itu baru didatengin, setahu saya orang awam kalau Aqiqah itu kambingnya jantan, cuma sudah kepalang tanggung itu kambing betina disembelih, apakah boleh?," tanya seorang jemaah. "Ibu mendengar aqiqah bahwasanya harus dengan kambing laki-laki, mungkin ibu waktu itu duduk di belakang, aqiqah boleh kambing perempuan, siapa yang bilang harus kambing laki-laki?," jelas Buya Yahya. "Boleh sangat boleh, tidak harus kambing laki-laki, kambing perempuan juga boleh, aqiqah juga boleh," tambahnya. "Hanya umumnya kenapa sering disebut kambing laki, umumnya kambing laki gede dan gagah sementara kambing perempuan kecil pilih mana? Yang gede," terangnya. Diposting pada Mungkin di antara anda ada yang baru tahu soal aqiqah, dan ingin tahu lebih detail tentang aqiqah ini. Dan kemudian muncul pertanyaan di benak anda tentang, “Apakah domba atau kambing untuk aqiqah itu harus jantan atau betina?” Kami akan coba menjawab pertanyaan anda melalui artikel ini. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memang mencontohkan aqiqah dengan menyembelih kambing jantan yang bertanduk. Akan tetapi tidak ada satu hadits atau atsar pun yang mensyaratkan bahwa kambing atau domba aqiqah itu harus jantan. Ketentuan kambingnya tidak dijelaskan jenisnya, apakah harus jantan atau boleh juga betina. Namun para ulama menyatakan bahwa kambing aqiqah itu sama dengan kambing kurban dalam hal usia, jenis, dan harus bebas dari aib serta cacat. Akan tetapi mereka tidak memberikan rincian tentang syarat jantan atau betina. Dengan demikian, maka tidak ada masalah apabila kita menyembelih domba/kambing jantan atau betina baik pada waktu kurban maupun aqiqah. Itulah sebabnya di website Akbar Aqiqah ini kami pun menyediakan dua paket aqiqah domba/kambing jantan dan betina yang dapat anda pilih sesuai selera. Semoga artikel singkat ini bermanfaat dan dapat menjawab pertanyaan anda sehingga anda sudah tidak bingung lagi mempertanyakan apakah domba / kambing aqiqah itu harus jantan atau betina. Untuk keterangan lengkap paket-paket aqiqah yang tersedia silahkan kunjungi halaman daftar harga paket aqiqah Jakarta. Jika ada pertanyaan lainnya seputar layanan aqiqah kami, jangan ragu untuk menghubungi kami sekarang juga melalui nomor whatsapp 0813-83700-349. Atau anda bisa klik di sini untuk terhubung langsung dengan kami melalui whatsapp. Terima kasih atas kepercayaan anda memesan paket aqiqah melalui Akbar Aqiqah. Kami senang bisa melayani anda. Navigasi Tulisan ← Pos SebelumnyaPos Selanjutnya → Bolehkah Aqiqah Dengan Kambing Betina? Mari kita baca uraian di bawah. Berkenaan dengan hewan yang di aqiqah, syariat menetapkan untuk dapat menggunakan hewan seperti domba dan kambing, dengan syarat usia minimal untuk domba adalah 6 bulan dan kambing adalah 1 tahun. Hewan yang akan di kurbankan secara fisik juga harus bebas dari cacat seperti tidak pincang, tidak buta, tidak gila, dan tidak terlalu kurus. Apakah Boleh menggunakan Kambing Betina? Untuk perbedaan jenis kelamin hewan, tidak ada persyaratan khusus. Jadi, dibolehkan menggunakan hewan berjenis kelamin jantan atau betina. Namun yang terbaik adalah pilih yang jantan, dan berdaging gemuk. Tujuannya karena daging jantan seratnya lebih padat, dan supaya semakin banyak daging yang bisa dimasak dan dibagikan. Baca Juga Penjelasan Aqiqah Anak Perempuan Menurut Imam 4 Mazhab! Apa yang dimaksud dengan Aqiqah? Asal kata bahasa Arab Aqiqa berasal dari aqqa’, yang berarti menumpahkan darah sesuatu, atau memotong sesuatu. Aqiqa adalah istilah yang digunakan dalam terminologi Islam untuk tindakan mengorbankan hewan kambing / domba untuk mencari keridhaan Allah Subhanahu wa ta’ala saat kelahiran seorang anak, sebagai tanda penghargaan, syukur atas rahmat, karunia dan berkah-Nya. Setelah Kambing di sembelih, daging kambing tidak boleh di bagikan secara mentah. Didalam syariat, daging aqiqah harus dimasak terlebih dahulu baru boleh dibagikan. Kepada siapa sajakah daging harus dibagikan? Kepada siapapun boleh, diutamakan kepada keluarga, tetangga dan fakir miskin. Ketika acara aqiqah, anda juga boleh mengundang orang kaya, jadi tidak ada batasan status ekonomi dalam mengundang makan pada acara aqiqah. Dan bolehkah aqiqah dengan kambing betina? Baca Juga Berapa Usia Pubertas Pada Anak Perempuan ? Hadist Mengerjakan Aqiqah Kelahiran seorang anak merupakan momen yang membahagiakan bagi setiap keluarga. Untuk merayakan momen ini, Nabi Muhammad menyunahkan untuk melaksanakan aqiqah. Dalam terminologi Islam, aqiqah didefinisikan sebagai pengorbanan hewan pada saat kelahiran anak. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya biasa melakukan Aqiqah ketika mereka dikaruniai bayi yang baru lahir. Tanggung jawab aqiqah dibebankan kepada orang tua atau wali anak. Tanggung jawab ini akan menjadi beban orang tua sebelum anak mencapai usia baligh. Jadi apabila sang anak, sudah baligh, dan masih belum di aqiqah, maka kewajiban orang tua untuk mengaqiqah anak menjadi gugur. Dibawah ini adalah perkataan/hadits Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, untuk menggunakan kambing/ domba dalam acara aqiqah. Dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata, أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَهُمْ عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ “Rasululllah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan mereka, untuk anak laki-laki akikah dengan dua ekor kambing dan anak perempuan dengan satu ekor kambing.” HR. Tirmidzi no. 1513. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih Jadi dalam pelaksanaan aqiqah, jumlah kambing dibedakan berdasarkan jenis kelamin si bayi. Dikorbankan 1 ekor domba/ kambing untuk anak perempuan dan 2 ekor untuk anak laki-laki. Pemberian Nama Dalam Aqiqah Selain berlimpahnya pengucapan doa dan ucapan selamat untuk sang bayi, aqiqah juga merupakan momen dimana pertama kalinya, rambut bayi dipotong. Ini adalah termasuk bagian dalam prosesi aqiqah, rambut yang dipotong akan di timbang beratnya dalam takaran emas atau perak lalu diberikan sebagai sumbangan kepada orang miskin. Acara ini juga menjadi momen untuk memberitahukan nama bayi secara resmi kepada para undangan. Karena sebab ini juga, kadang aqiqah disebut juga sebagai upacara pemberian nama, meskipun tidak ada prosedur atau upacara resmi yang terkait dengan tindakan pemberian nama. Kata aqiqah berasal dari kata Arab aq yang berarti memotong. Beberapa menghubungkan ini dengan potongan rambut pertama anak, sementara yang lain mengatakan bahwa itu mengacu pada penyembelihan hewan untuk menyediakan daging untuk makanan. Baca Juga Aqiqah Pondok Gede Penyedia Aqiqah Harga Terjangkau - Hari Raya Idul Adha disebut juga sebagai Hari Raya Kurban. Sebab selain ibadah sholat Idul Adha, umat Muslim juga dianjurkan untuk berkurban. Biasanya, hewan yang dikurbankan berjenis kelamin jantan. Namun, apakah hewan kurban harus jantan? Berikut ini ulasannya. Diketahui bahwa hukum berkurban adalah sunnah muakkad atau sunnah yang dianjurkan. Namun hukum berkurban menjadi wajib untuk umat Muslim yang mampu secara finansial. Adapun pelaksanaan kurban dilakukan setelah sholat Idul Adha hingga matahari terbenam pada hari tasyrik. Kurban tidak boleh dilakukan sebelum Hari Idul Adha atau setelah Hari tasyrik. Anjuran berkurban ini tertuang juga dalam hadis Rasulullah SAW berikut ini. Baca Juga Cegah Hewan Kurban Stres saat Disembelih, Para Takmir Masjid di Kota Jogja Ikuti Pelatihan Barangsiapa yang memiliki kelapangan rizki dan tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami,” HR. Ibnu Majah Selain dalam hadis yang disebutkan di atas, anjuran berkurban juga tertuang dalam Alquran ayat 2 surah Al Kautsar yang bunyi ayatnya seperti berikut ini. Fa salli lirabbika wan-har Artinya "Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah," QS. Al-Kautsar 2. Untuk jenis hewan kurban sendiri umumnya yakni sapi, kambing, dan domba. Biasanya hewan ternak yang dipilih untuk kurban berjenis kelamin jantan. Namun, apakah hewan kurban harus jantan? Berikut ini penjelasannya. Baca Juga Ini Penyebab Harga Hewan Kurban di Bekasi Naik Hingga Rp1 Juta per Ekor Melansir dari situs disampaikan oleh Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' Syarh al-Muhadzzab, jenis kelamin hewan kurban ini bisa diambil dari hadits yang menerangkan tentang hukum aqiqah dengan hewan jantan maupun betina. Menurut Imam Nawawi, dalam aqiqah menggunakan hewan jenis kelamin jantan atau betina tidak dipermasalahkan. Itu artinya, dalam konteks kurban juga tidak ada masalah. "Jika dalam hal aqiqah saja diperbolehkan dengan landasan hadits tersebut, maka hal ini menunjukkan kebolehan untuk menggunakan hewan berjenis kelamin jantan maupun betina dalam kurban. Karena daging jantan lebih enak dari daging betina, dan daging betina lebih lembab," An-Nawawi, al-Majmu'Syarh Muhazzab, Beirut. Dari penjelasan tersebut, maka disimpulkan bahwa sebenarnya tak dipermasalahkan memilih hewan kurban dengan jenis kelamin jantan maupun betina. Karena terpenting dari berkurban yaitu hewan kurban yang dipilih harus sesuai syariat Islam. Demikian ulasan tentang pandangan Islam mengenai apakah hewan kurban harus jantan atau tidak. Semoga informasi ini bermanfaat! Kontributor Ulil Azmi

apakah boleh aqiqah dengan kambing betina